Saturday, September 16, 2017

Ketenangan Jiwa

Ada banyak cara untuk mendapatkan ketenangan jiwa. Caraku, adalah dengan menjauh dari orang-orang yang hanya datang ketika ada perlunya, yang sirik melihat orang lain bahagia, dan sering mengganggu tanpa kenal waktu.

Dulu, rasanya semangat mencari teman baru, sampai rela ikut komunitas ini-itu. Sekarang, temanku hanya dua orang. Tak apa. Walau dua, tapi aku bahagia.

Saturday, June 10, 2017

Life Update

Assalamu'alaikum^^


Omaigattt, I can't believe it's been 4 months since the last time I talked to my blog. Bukan karena nggak peduli atau nggak inget lagi, tapi kesibukan yang bikin saya begini. Ok, I'm lying. Actually I wasn't that busy, I was simply lazy. Hahaha.

So, this post is gonna be superrr random because I wanna make a little life update biar kek blogger-blogger yang udah lama ninggalin blognya gituuu. Ok, langsung aja yes~

1. KERJAAN
I'm still here, di kantor yang saya ceritain di post sebelumnya. Nggak nyangka bisa bertahan lumayan lama. Padahal dari awal kerja di sana udah pengen resign aja rasanya. Tapi lama-lama malah terbiasa dengan segala kondisi yang ada. But tetep sih pengen resign dan nyari kerjaan yang sesuai jurusan dan gajinya banyakan. Next year maybe? Let's see.

Monday, January 2, 2017

The Good Things That Happened in 2016

Assalamu'alaikum^^
Kalau tahun 2016 bisa nyanyi, mungkin lagu Pamit dari Tulus yang akan dinyanyikannya kali ini.

Izinkan aku pergi dulu
Yang berubah hanya tak lagi ku milikmu
Kau masih bisa melihatku
Kau harus percaya
Kutetap teman baikmu


Alhamdulillah, 2016 has been such an awesome year. Banyak hal yang terjadi tahun ini, terutama hal-hal yang baik. Now, I wanna share some of the good things that happened in 2016. Yeayyy.

1. DAPET KERJAAN
Pertengahan tahun 2015 saya wisuda, tapi setelahnya saya memilih untuk nggak ngapa-ngapain. Saat temen-temen saya sibuk ngurus S2 dan nyari kerja, saya malah sibuk nonton drama Korea. Ngeliat oppa-oppa ganteng bikin saya semangat setiap harinya.

Thursday, August 18, 2016

Backstreet (Fiksi)

Matanya sama sekali tak berkedip. Hatinya terlalu sakit. Kalau saja di sekitarnya sedang tidak ramai, mungkin dia akan menumpahkan tangisnya tanpa perlu berpikir lagi. Di seberang sana, dia melihat Dylan sedang bercengkrama dengan seorang wanita. Terlihat sangat mesra. Sesekali wanita itu menyentuh tangan, bahkan pipi Dylan.

Dia; seseorang yang sedang memerhatikan kemesraan Dylan dari kejauhan, adalah kekasih Dylan. Tetapi tidak ada satu pun orang yang mengetahui status hubungan mereka karena mereka memang sengaja merahasiakannya. Walau mereka sering bersama, namun orang-orang mengira mereka hanya berteman saja.

Kini dia sudah tak tahan lagi. Dia pun menghampiri Dylan yang masih asyik bercengkrama dengan wanita itu.

“Dylan,” panggilnya pelan, tapi berhasil membuat Dylan terkejut dan terlihat gugup.

Secapat kilat Dylan menarik tangan kekasihnya dan mengajaknya masuk ke dalam mobil, meninggalkan wanita yang tadinya sedang bercengkrama dengannya tanpa sepatah kata pun. Dylan merasa bersalah. Sangat bersalah. Dylan tahu betul bahwa kekasihnya sangat sakit hati saat ini.

Untuk beberapa menit mereka sama-sama diam. Dylan menarik nafas panjang dan mencoba untuk menjelaskan.