Thursday, March 31, 2011

Penyesalan


bersembunyi di balik kebohongan
bertengger di atas kepalsuan
membuatku terperosok pada sebuah penyesalan

mungkin kata MAAF sudah tak ada artinya lagi
bagiku kata MAAF sudah tak berdefinisi

aku tahu..
selama ini persepsi ku tak tepat
diam adalah cara yang salah
ku sadari, ku bukan wanita lemah

Takut

  teringat kata-kata manis yang kau ucapkan
kata-kata manis nan indah hanya untukku seorang
kata-kata yang tak bisa ku lupakan
dan akan slalu ku simpan dalam memori otakku yang terdalam


saat kau bilang sayang,
aku merasa takut
saat kau bilang cinta,
aku semakin merasa takut

aku takut hidup dalam kebohongan
aku takut jika harus tersenyum dalam kepalsuan
karena aku tak kan pernah bisa menjadi bagian dari dirimu

Tuesday, March 29, 2011

Rangkaian Kata Hati

Dikala orang terlelap dalam tidurnya
Dan ditemani oleh heningnya malam
Aku masih memikirkan permintaanmu
Agar aku merangkai kata kata menjadi sebuah simphoni yang indah untuk dirimu seorang

Aku sadar akan kemampuan otakku
yang belum bisa untuk menata kata demi kata, Baris demi baris Dan bait demi bait
Untuk menjadi sebuah alunan  syair yang indah
Namun,  aku mencoba untuk terus berusaha

Akhirnya kutemukan sebuah cara
Ku tanyakan pada hati kecilku
Dengan polosnya hati kecilku menjawab
‘Aku ini adalah bagian dari dirimu , aku takkan bisa membohongi dirimu
katakan padanya tentang perasaanku terhadapnya, katakanlah padanya dengan jujur’

Friday, March 25, 2011

Sahabat Itu ?? Bla Bla Bla

sahabat..??
sahabat itu apa sih..??
waaah kalo di tanya definisi sahabat, pasti jawabannya beragam dan bervariasi.
karena penasaran dengan pendapat orang mengenai definisi sahabat, saya terinspirasi untuk melakukan observasi kecil-kecilan dengan bertanya pada beberapa sahabat saya via sms. hehehe..
ternyata emang bener, jawabannya beraneka ragam tapi tetep satu jua.
sebelumnya saya mengucapkan terima kasih yang segede-gedenya buat temen-temen yang udah merelakan pulsanya buat bales sms saya (tapi kayaknya gratisan tuh..hihi)
so, simak ya jawabannya :

Tuesday, March 22, 2011

Jangan Takut untuk Berkata "TIDAK"

Sebagian besar aktivitas memang cenderung kita jalani bareng sahabat. Kalo udah bereng sahabat, terkadang kita bisa lupa daratan (cieeeh). Kita memilih seseorang / 2 orang / 3 orang / beberapa orang menjadi sahabat, tentunya karena kita melihat dia memiliki banyak sifat positif. Tapi tak jarang lho ada sahabat yang menjerumuskan kita ke lubang kesesatan or kemaksiatan tanpa kita sadari (lebay ne kata-katanya :D).

NGE-GANK IN SCHOOL..?? SO WHAT..!!


NGE-GANK IN SCHOOL..?? SO WHAT..!!
            Pasti semua orang di dunia ini punya sahabat. Kalo ada yang nggak punya sahabat, jangan-jangan punya kelainan kali yaaa? Hehehe. Di sekolah tentunya kita nemuin banyak sahabat yang cocok sama kita. Hari-hari di sekolah pastinya kita habiskan sama sahabat. Mulai dari belajar bareng, makan bareng, main bareng, bahkan pulang sekolah bareng.
            Kan kalo sekarang lagi nge-trend tu yang namanya “GANK”. Apalagi di kalangan pelajar. Kayaknya rata-rata punya gank deh. Salah nggak sih kalo nge-gank..??
-          SISI PRO said :
Ya nggak apa-apa dong. Apa salahnya kita mempersatukan ikatan persahabatan dengan membuat gank. Yaa asalkan jangan buat gank yang meresahkan masyarakat (such as gank nero or genk motor..hehehe). Kita kan nge-gank bareng orang-orang yang cocok sama kita, entah karena mempunyai persamaan karakteristik, punya persamaan selera, punya persamaan hobby dan lain sebagainya. Selain itu, kalo misalnya punya gank dalam satu kelas, tentunya bisa nambah semangat belajar, karena kita tanpa canggung bisa berdiskusi sama mereka. So, ng-gank itu sah-sah aja selama nggak ada dampak negatifnya.

-          SISI KONTRA said :
Ng-gank itu bisa menimbulkan kesenjangan sosial. Orang yang punya gank, biasanya bakal melakukan sebagian besar aktivitas di sekolah bareng gank-nya. Kesannya sih kayak pilih-pilih teman. Ke mana-mana selalu bareng. Ke kantin, ke perpus, bahkan ke WC pun barengan. Mungkin ada juga yang beranggapan kalo ng-gank itu sarana memisahkan diri dari temen-temen yang laen. Mungkin ada anak-anak yang tingkatan ekonominya tinggi (sebut aja anak orang kaya), cenderung akan ng-gank bareng teman yang kaya juga. Anak pinter, cuma mau ng-gank sama anak pinter juga. Hmmm, kalo udah gini, timbul deh kesenjangan sosial. Mungkin bagi yang ng-gank : no problem. Tapi ada juga tuh makhluk-makhluk non-gank yang sewot dengan keberadaan gank.
            Kalau misalnya anak satu gank masuk dalam satu organisasi di sekolah, gimana yaa..??
            Cerita sedikit :
            Di sekolah saya (SMANJOE tercinta), saya pernah menjadi anggota OSIS waktu kelas X dan XI. Kebetulan waktu kelas X, saya bareng 3 temen cewek di kelas (Qoqom, Lia, Ami) masuk OSIS juga. Waktu itu kita ber-empat nggak deket sih. Cuma karena sering rapat OSIS bareng, lama-kelamaan jadi srek dan selalu bareng di sekolah. Naaah, lama-kelamaan terbentuklah gank. Kalo lagi rapat OSIS, duduknya ber-empat. Kalo di kelas, diskusinya juga ber-empat. Tapi ada aja pihak-pihak yang complain. Ada yang bilang KKN. Mentang-mentang se-gank, se-gank juga yang masuk OSIS. Hehehehe, sebenernya kita masuk OSIS bukan karena se-gank, tapi karena masuk OSIS, makanya kita jadi nge-gank (mengklarifikasi nih ceritanya..wkwkwk). Selain itu, ada juga lho manfaatnya. Kita jadi ngerasa lebih mudah kalo ada program kerja yang mesti di kerjaen (karena kerjanya bareng gank sendiri). So, I think it doesn’t matter :D