Thursday, July 7, 2011

Masa Orientasi Siswa (HARUSKAH?)

Tiba-tiba di sela-sela kekenyangan saya setelah makan nasi goreng, saya jadi pengen nulis tentang Masa Orientasi Siswa (MOS). Langsung srobot laptop dan tancep modem. Sebenernya ada 2 hal yang menginspirasi saya untuk menulis tentang ini :
-Kegaduhan tetangga sebelah yang lagi prepare mau berangkat sekolah buat MOS. Kebetulan tetangga saya itu merupakan siswa baru di salah satu SMA Mataram *identitas di rahasiakan*
-Baca postingan Amira Amalia di blognya :)

Kembali membahas tetangga saya yang di terima di sekolah *yang dirahasiakan itu*. Kemarin maghrib-maghrib dia ke rumah dan nanyaen beberapa maksud dari clue yang di kasiih sama pendamping kelasnya. Saya yang selama 2 tahun selalu menjadi panitia MOS di sekolah dulu, tentu sedikit mengetahui maksud dari clue-clue itu *pamer*.

Saya kaget, waaaaaaaah banyak sekali cluenya. Gak kayak zaman saya waktu jadi panitia MOS dulu. Suerrr gak tega ngasih tugas anak buah saya banyak kayak gitu. Dan semua itu harus mengeluarkan uang. Saya mikir, gak semua peserta MOS itu dari keluarga mampu. Jadi saya hanya menyuruh mereka untuk membawa makanan dengan harga maksimal Rp 1.000,- dan air mineral yang hanya seharga Rp 1.500,-. Jelas aja itu membuat saya terpilih menjadi KAKAK TERBAIK TAHUN 2010 *pamer lagi* ahahahaha.


Saya miris ngeliat MOS yang masih di adakan sampai sekarang. Bukankah MOS itu masa orientasi siswa? Masa pengenalan siswa terhadap lingkungan barunya? Tapi saya lebih melihat MOS saat ini menjadi masa penempaan fisik, mental dan juga materi. TER-LA-LU.......

Saya berharap ada peraturan yang keluar dari pemerintah *lagi* untuk menghimbau pemberhentian MOS yang menyimpang dari definisinya.
Untuk apa siswa baru harus menggunakan tas kresek atau tas dari kardus? Bukankah itu sangat terlihat kampungan. Bagaimana suau sekolah dapat mencapai taraf Internasional jika tasnya saja terbuat dari kresek dan kardus?
Lalu, apa maksudnya menyuruh siswa memasukkan bagian bawah celana ke dalam kaos kaki? Bukankah siswa tersebut akan terlihat lucu dan kampungan?
Selain itu, apa maksudnya menyuruh siswa membawa air mineral dengan merk tertentu? Bukankan semua air mineral itu sama saja.
Apa maksudnya pula menyuruh siswa membawa coklat dan apel untuk di serahkan kepada pantia MOS? Apakah itu bukan mengemis namanya!

Pada bagian ini saya tidak menyinggung sekolah mana pun.
Hanya saja saya tidak suka dengan pelaksanaan MOS pada zaman sekarang yang menyimpang dari pelaksanaan sebenarnya.
Jadikanlah MOS menjadi masa pengenalan siswa terhadap sekolah baru, masa pemberian bekal berupa IQ dan ESQ, dan juga menjadi masa yang memberikan kesan indah pada mereka.

Hahaha, tumben saya sok bijak.
Ckckckck.

Sekiaaaaaaan ^^

No comments:

Post a Comment

Hai, guys. Tinggalin komentar di sini, ya. Yang punya blog lagi jumpa fans di luar angkasa.