Thursday, August 18, 2016

Backstreet (Fiksi)

Matanya sama sekali tak berkedip. Hatinya terlalu sakit. Kalau saja di sekitarnya sedang tidak ramai, mungkin dia akan menumpahkan tangisnya tanpa perlu berpikir lagi. Di seberang sana, dia melihat Dylan sedang bercengkrama dengan seorang wanita. Terlihat sangat mesra. Sesekali wanita itu menyentuh tangan, bahkan pipi Dylan.

Dia; seseorang yang sedang memerhatikan kemesraan Dylan dari kejauhan, adalah kekasih Dylan. Tetapi tidak ada satu pun orang yang mengetahui status hubungan mereka karena mereka memang sengaja merahasiakannya. Walau mereka sering bersama, namun orang-orang mengira mereka hanya berteman saja.

Kini dia sudah tak tahan lagi. Dia pun menghampiri Dylan yang masih asyik bercengkrama dengan wanita itu.

“Dylan,” panggilnya pelan, tapi berhasil membuat Dylan terkejut dan terlihat gugup.

Secapat kilat Dylan menarik tangan kekasihnya dan mengajaknya masuk ke dalam mobil, meninggalkan wanita yang tadinya sedang bercengkrama dengannya tanpa sepatah kata pun. Dylan merasa bersalah. Sangat bersalah. Dylan tahu betul bahwa kekasihnya sangat sakit hati saat ini.

Untuk beberapa menit mereka sama-sama diam. Dylan menarik nafas panjang dan mencoba untuk menjelaskan.

“Kamu marah?“ tanya Dylan.

“Menurutmu?” tanyanya ketus.

Hening kembali.

“Wanita itu menyukaimu?”

“Iya, dia wanita yang baik,” jawab Dylan.

“Keluargamu pasti bahagia kalau kamu bersama wanita itu, daripada bersamaku.”

“Tapi aku mencintaimu.”

Dylan melihat kekasihnya memalingkan pandangan sambil sesekali mengusap air mata. Hati Dylan terasa perih. Dylan membuat kekasihnya menangis lagi untuk kesekian kali.

“Mungkin sudah saatnya orang-orang mengetahui hubungan kita,” ucap Dylan yakin.

Kekasihnya hanya diam.

“Aku tak ingin membuatmu tersiksa dengan hubungan diam-diam ini. Biar saja semua orang tahu bahwa kamu kekasihku," ucap Dylan lagi, kini sambil memegang erat tangan kekasihnya.

“Kamu akan malu,” sahut kekasihnya ragu.

“Tidak. Aku bangga dan bahagia memiliki kekasih sepertimu.”

Kemudian kedua pria yang saling mencintai itu pun berpelukan seolah tak ingin terpisahkan.


*This short story was published on my tumblr a year before

7 comments:

  1. ENDINGNYA!!
    Cerpen yang endingnya berhasil bikin saya ngamuk ngga jelas cuma cerpen ini kayaknya T^T
    Dari awal ngga mikir mereka backstreet karena hal kayak gitu T^T

    ReplyDelete
  2. Awlnya fokus ke dia, kesininya fokus ke Dylan. Nice post :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asal jangan fokus ke mantan yang udah bahagia sama pacar barunya ya.

      Thanks, Yoggy^^

      Delete
  3. Gue selalu ngeri dengan hal-hal yang berhubungan sama LGBT. Cerpen ini berhasil bikin gue ngeri asli. Awalnya gue kira si 'dia' cewek sih wkwk.

    ReplyDelete
  4. Kayak kenal dengan perasaan kesal ketika membaca ini... Seperti sudah sering mengalami kekesalan macam ini... Sering sekali...
    --,--


    arokopa.com

    ReplyDelete

Hai, guys. Tinggalin komentar di sini, ya. Yang punya blog lagi jumpa fans di luar angkasa.