Thursday, January 8, 2026

Thank You, 2025!

Assalamu'alaikum^^

Nggak kerasa, kita sudah sampai di awal tahun 2026. Rasanya baru aja bikin resolusi untuk 2025, eh sekarang mesti bikin resolusi lagi. Walau sebenarnya resolusi 2025 banyak juga yang belum tercapai. Tapi nggak apa-apa, nanti kita usahakan lagi di 2026.

Saat aku bilang "nggak kerasa", I really mean it. Sejak menjabat sebagai CFO di kantor, aku merasa waktu lebih cepat berlalu. Salah satu alasannya karena aku bertugas menyusun proyeksi dan target tahunan. Contohnya, target untuk tahun 2025 sudah kususun sejak 2024. Jadi ketika masuk ke tahun 2025, otakku merasa seolah sudah “mengalaminya” lebih dulu. Setelah aku cari tahu, ternyata orang-orang yang sering membuat perencanaan strategis dan hidup dengan rutinitas yang sangat terstruktur cenderung merasakan hal ini.

Alasan lainnya, mungkin karena kondisi mentalku lebih stabil dan aku lebih bahagia. Time flies when we're having fun, right?

By the way, ada dua hal besar yang terjadi di tahun 2025, yaitu:

Thursday, October 30, 2025

Sarapan di Bale Sipon

Assalamu'alaikum^^

Hi, guys. Nggak kerasa udah sampai di akhir Oktober aja, ya. Belakangan ini aku ngerasa kurang produktif. Biasanya aku bisa bikin tiga konten per minggu di TikTok, tapi sekarang cuma satu atau dua konten yang ku-upload tiap minggunya. Maklum, menjelang akhir tahun kerjaan di kantor makin padat dan lumayan bikin pusing.

Tapi sebagai generasi yang sangat mementingkan kesehatan mental, tentu aku harus tetap menyempatkan diri untuk jalan-jalan dan kulineran di tengah kesibukan. Aku bersyukur jadi orang yang FOMO. Somehow menjadi FOMO malah bikin aku semangat menjalani hidup, wkwk. Tiap ada tempat kuliner yang viral, pasti aku pengen nyobain. Tapi biasanya aku nunggu viralnya agak mereda, biar nggak ketemu terlalu banyak manusia. 

Nah, salah satu tempat kuliner yang kemarin sempat ramai diperbincangkan adalah Bale Sipon, sebuah kedai di Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Menunya sih sederhana, tapi pemandangannya bikin pengen menetap di sana. Dari kedai ini, kita bisa melihat hamparan sawah sejauh mata memandang, dengan siluet Gunung Rinjani di kejauhan. Udara di sini juga sejuk, nggak sepanas di Kota Mataram.

Untuk bisa melihat siluet Gunung Rinjani dengan jelas, sebaiknya datang pagi-pagi saat matahari baru terbit. Aku sampai di sini sekitar pukul 07.30 dan ternyata gunungnya tertutup awan. Untungnya pemandangan sawahnya tetap memanjakan mata.

Sunday, September 28, 2025

Hiking ke Royal Batu Bolong

Assalamu'alaikum^^

Hi, guys. Semoga kita semua masih waras ya di tengah kejadian-kejadian mencengangkan yang terus bermunculan di negeri tercinta ini. Tiap hari tuh ada aja berita baru yang bikin dahiku mengkerut. Mulai dari kasus mutilasi, korupsi, rumah pejabat yang dijarah, sampai pasangan seleb yang tiba-tiba pisah. Dar der dor banget ya 2025 ini.

Dalam rangka menjaga kewarasan, aku sampai berusaha mengurangi screen time, karena kalau terlalu banyak scrolling dan baca berita negatif, pasti malamnya aku susah tidur. Usaha lain yang kulakukan adalah dengan kembali aktif menjadi pelari kalcer. Aku sempat vakum lari selama sebulan. Akibatnya, aku jadi gampang lelah dan burnout.

Nah, karena belakangan aku sering upload story pas lagi lari, tiba-tiba Mbak Nurul (temanku dari kantor yang sebelumnya) ngajakin aku hiking. Tentunya bukan ke bukit yang tinggi apalagi ke Gunung Rinjani. Karena masih pemula, kami memutuskan untuk hiking ke Royal Batu Bolong, yaitu sebuah resort yang memiliki jalur hiking di dalamnya. 

Tempat ini memang sedang ramai dikunjungi karena jalurnya mudah dan pemandangannya luar biasa indah! Sepanjang perjalanan sampai ke puncak, kita bisa menikmati pemandangan laut dan siluet Gunung Agung.

Thursday, July 31, 2025

A Day in Kuta Mandalika

Assalamu'alaikum^^

Wow, saking gedebag-gedebugnya kehidupanku belakangan ini, aku sampai nggak sempat bikin postingan di bulan Juni. Tapi nggak apa-apa, sekarang aku kembali membawa cerita seru di bulan Juli ðŸ¥³

Beberapa waktu yang lalu, saat sedang makan sate taichan bareng sahabatku, Susanti, aku kepikiran ide yang agak absurd.

"San, gimana kalau kita pura-pura jadi turis di Kuta Mandalika?" tanyaku penuh semangat.

"Hah? Kita kan emang turis. Turis lokal."

"Iya sih… Tapi maksudku kayak turis asing gitu, yang jalan kaki keliling pantai, makan di restoran, terus cari gelato."

Susanti menatapku sinis. Bersahabat denganku selama 14 tahun membuatnya kebal dengan ide-ide aneh yang aku lontarkan.

Tapi serius deh, aku pengen lebih banyak jalan kaki saat lagi liburan di pulau sendiri, karena biasanya aku melakukan hal ini tiap liburan di luar pulau.

Walau sempat sinis, Susanti tetap menemaniku mewujudkan mimpi absurd ini. Kami pun berangkat ke Kuta Mandalika pada tanggal 6 Juli, pukul 07.00 pagi. Alhamdulillah, cuacanya cerah. Setelah satu jam perjalanan, kami tiba di pemberhentian pertama, yaitu Kawan Kopitiam, sebuah restoran yang menyajikan kuliner khas Malaysia.

Wednesday, May 14, 2025

Berkunjung ke Desa Sade

Assalamu'alaikum^^

Kemarin, pas lagi scrolling di TikTok, muncul video seorang seleb yang lagi liburan di Lombok bareng gengnya. Salah satu destinasi yang mereka kunjungi adalah Desa Sade. Aku langung teringat kalau aku juga pernah ke sana tahun lalu!

Desa Sade adalah destinasi wisata budaya yang terkenal di Lombok dan jarang dilewatkan oleh wisatawan. Lokasinya di Kabupaten Lombok Tengah dan berjarak sekitar 43 km dari Kota Mataram. Lumayan jauh sih dari rumahku. Wajar kan kalau aku ke sana cuma sekali? (Berusaha mencari pembenaran). 

Sejujurnya, pengetahuanku tentang adat dan budaya Lombok tuh minim banget. Padahal aku tinggal di Lombok sejak lahir. Sebelumnya pun aku nggak pernah tertarik untuk ke Desa Sade (huhu, maapin). Tapi ternyata hidayah itu datang, teman-teman. Akhirnya hatiku terketuk untuk berkunjung ke sana. Itu pun karena diajakin sih, hehe.

Sesampainya di sana, seorang bapak-bapak yang memakai kemeja lengan pendek, sarung tenun, dan sapuk (ikat kepala) menghampiriku. Beliau adalah tour guide yang akan menemaniku berkeliling. Aku lupa nama beliau, kita sebut saja namanya "Amaq" (sebutan dalam bahasa Sasak yang berarti "bapak"). Sebelum masuk, aku mengisi buku tamu terlebih dahulu dan dipersilakan untuk berdonasi seikhlasnya yang akan digunakan untuk pelestarian desa.

Sunday, April 20, 2025

Film Jumbo: Karya Anak Bangsa yang Bikin Bangga

Assalamu'alaikum^^

Hi, friends. Semoga belum terlalu basi untuk ngucapin "Selamat Idul Fitri". Mohon maaf lahir dan batin, ya!

Di bulan Ramadan tahun ini, sepertinya warga Indonesia nggak cuma diuji dengan rasa haus dan lapar, tapi diuji juga dengan kejadian-kejadian yang makin mencengangkan. Tiap hari tuh adaaa aja berita baru yang bikin ekspresiku kayak logo Kumon. Mulai dari berita tentang korupsi, pengesahan RUU TNI, IHSG anjlok, efisiensi anggaran, PHK massal, sampai kasus perselingkuhan. 

Untungnya, setelah Ramadan kita dihibur dengan beberapa film yang sedang tayang. Lumayan nih kita bisa rehat sejenak mikirin kondisi negara. Tapi kenapa kita repot-report mikirin negara, ya? Emangnya negara mikirin kita? (Lalu tiba-tiba ada penjual mie ayam di depan rumahku, ninu ninuuu 🚨🚓)

Nah, dari beberapa film yang tayang, aku cuma tertarik nonton film Jumbo. Aku baru sempat menonton film ini pada tanggal 13 April di CGV Transmart. Maklum ya, jadwal manggungku di luar angkasa lumayan padat.

Ternyata penontonnya kebanyakan orang dewasa. Sepertinya target pasarnya memang inner child dari para millenial dan Gen Z, wkwk.

Sunday, March 2, 2025

Pertama Kali Dapat Tawaran Partnership

Assalamu'alaikum^^

Akan selalu ada "pertama kali" dalam hidup. Misalnya, pertama kali naik pesawat, pertama kali makan bubur diaduk, atau mungkin pertama kali dapat makan siang gratis dari pemerintah. Yak, yang terakhir abaikan aja.

Sama halnya dengan yang kualami baru-baru ini, yaitu pertama kali dapet tawaran partnership

Jadi, sejak 2 tahun lalu, aku memutuskan untuk nggak aktif lagi di X dan nggak terlalu aktif di Instagram. Alhamdulillah, jiwaku jauh lebih tenang karena aku nggak terlalu update dengan permasalahan duniawi yang kadang-kadang membagongkan. Sebagai gantinya, aku jadi aktif di TikTok karena di sana lebih mudah mengatur apa saja yang muncul di FYP. 

Dari yang cuma scrolling doang, aku jadi kepikiran, kenapa aku nggak mencoba untuk ngonten di TikTok supaya dapat cuan? Aku punya lighting dan kamera hp yang lumayan bagus, harusnya sih aku bisa ngonten. Mulailah aku berpikir, ngonten apa ya yang sesuai hobi, tapi nggak terlalu ribet, nggak ngabisin banyak waktu, dan tentunya nggak mengeluarkan banyak biaya? 

Bikin konten joget-joget? Nggak cocok sama image-ku yang Wardah banget.
Nge-cover lagu? Takut tetangga terganggu.
Konten makeup? Takut kena 'ain. Nggak deng, dulu aku pernah nyoba jadi beauty vlogger, ternyata ribet.

Tuesday, February 4, 2025

Akhir Januari di Kaki Gunung Rinjani

Assalamu'alaikum^^

Alhamdulillah ya, Januari sudah berakhir. Januari kuhadapi dengan gedebag-gedebug gara-gara Kemenkeu yang ada aja gebrakannya. Di socmed sempat ramai yang menghujat membahas tentang PPN 12% (yang akhirnya hanya berlaku untuk barang mewah), dan Coretax (sistem dengan sejuta masalah). Intinya, aku dan tim keuangan di kantor cukup pusing gara-gara ini. 

Karena gedebag-gedebugnya sudah lumayan mereda dan kami sudah agak santai, aku dan tujuh teman kantor sepakat untuk healing ke Sembalun, mumpung banyak hari libur. Sembalun berlokasi di Lombok Timur, tepatnya di kaki Gunung Rinjani, dan sebelumnya aku pernah menulis tentang pengalaman memetik strawberry di sana. Saat itu cuacanya cerah banget. Karena sekarang lagi musim hujan, jadi sudah kebayang sih kalau di sana bakal hujan juga.

Kami berangkat dari Mataram pada hari Minggu, 26 Januari, pukul 08.30. Di perjalanan, kami beberapa kali melewati hutan. Karena suasananya mendung dan berkabut, vibe-nya kayak di film Twilight. Sempat berharap Edward Cullen tiba-tiba mendarat di atap mobil, tapi tentu saja itu mustahil. 

Wednesday, January 15, 2025

Bono Bistro: Tampak Mewah, Harga Murah Meriah

Assalamu'alaikum^^

Well, postingan di 2025 akan kuawali dengan membahas restaurant dan makanan.

Selain jalan-jalan, hobiku adalah makan. Alhamdulillah yah, Allah memberiku anugerah berupa badan yang tetap langsing walau aku doyan makan, wkwk.

Nah, bulan lalu, ada restaurant yang baru buka di Mataram, namanya Bono Bistro. Sejak awal, aku sudah tertarik untuk ke sini karena desain interiornya keliatan fancyDominasi warna coklat kayu dengan aksen forest green di beberapa bagian, ditambah dengan lampu-lampu vintage ala kerajaan, bikin suasananya makin estetik. Udah kebayang bakal secakep apa kalau foto-foto di sini.

Menunya juga menarik dan mendapat review positif dari beberapa food vlogger. Harganya pun affordable. Wow, makin penasaran dong! Pas banget, kemarin Akbar (sobat kulinerku sejak 2011) mengajakku makan di sini. Tanpa pikir panjang, aku langsung mengiyakan.

Lokasinya di Jalan Maktal No. 8, Cakranegara. Tagline restaurant ini adalah Indonesian Fusion Restaurant, yang artinya mereka menggabungkan bahan-bahan, teknik memasak, atau cita rasa dari masakan Indonesia dengan elemen masakan internasional untuk menciptakan rasa yang unik dan inovatif. 

Saat baru datang, seorang waiter membukakan pintu, lalu mengarahkan kami ke meja kosong sambil memberikan buku menu. Sesuai ekspektasi, suasananya cozy

Saturday, December 14, 2024

Thank You, 2024!

Assalamu'alaikum^^

Wow, ternyata kita sudah sampai di penghujung tahun. Aku ngerasa 2024 berjalan sangat sat-set. Tiba-tiba udah Desember aja. Katanya, "Time flies when you're having fun". Kalau kita bahagia, waktu bakal terasa lebih cepat. Kalau kita sedih, waktu bakal terasa lebih lambat. Alhamdulillah ya, berarti di tahun ini lebih banyak sukanya dibanding dukanya.

By the way, hidup itu kayak mystery package. Isinya bener-bener nggak ketebak. Kadang bikin excited, kadang bikin mikir, “Kenapa isinya ini, ya?” Tapi pada akhirnya, aku paham kalau hidup memang nggak selalu berjalan sesuai dengan yang kita harapkan, tapi selalu sesuai dengan yang Allah inginkan.

Belakangan ini aku juga menyadari bahwa jalan yang dulu sering aku keluhkan, ternyata adalah jalan menuju doa-doa yang aku langitkan. Kadang jalan yang kelihatannya salah, justru membawaku ke tempat yang lebih baik, ke versi diri yang lebih kuat, atau ke pelajaran hidup yang nggak pernah diajarin di sekolah. Hidup rasanya seperti kumpulan paket plot twist yang entah bagaimana, ending-nya selalu bikin senyum dan bilang, “The way Allah arranges everything is truly amazing.”

Here's my little reflection on what 2024 brought me:

Monday, October 28, 2024

Memetik Strawberry di Kaki Gunung Rinjani

Assalamu'alaikum^^

Halo, rakyat Pak Prabowo dan Mas Gibran. Nggak berasa bentar lagi 2024 berakhir, ya. Semoga kita semua mengakhiri tahun ini dengan bahagia.

Ngomong-ngomong, kemarin saat aku merapikan foto-foto di iCloud Drive, aku baru ingat kalau beberapa bulan yang lalu aku dan teman-teman kantorku liburan tipis-tipis ke Sembalun yang lokasinya di kaki Gunung Rinjani. Fotonya bagus-bagus, sayang deh kalau nggak di-post di sini.

Sebenarnya tujuan awalnya bukan untuk liburan, melainkan kondangan. Yup, salah satu teman kantorku menikah dan acara resepsinya di dekat Sembalun. Aku dan teman-temanku menghadiri acaranya. Setelah selesai makan-makan di kondangan, kami nggak langsung balik ke Kota Mataram. Rasanya sayang banget sudah menempuh 2.5 jam perjalanan, tapi malah langsung pulang. Akhirnya kami sepakat untuk mampir ke Sembalun.

Sembalun terkenal karena hawanya yang sejuk dan view-nya yang cakep puolll. Bukit-bukit sejauh mata memandang dan banyak perkebunan. Cocok banget buat refreshing dan escape sejenak dari keramaian kota. Selain itu, Sembalun juga sering jadi titik awal buat pendaki yang mau menaklukkan Gunung Rinjani. Tapi buat yang nggak niat mendaki seperti kami, banyak hal lain kok yang bisa dilakukan di sini.

Thursday, October 24, 2024

Rumah Impian Jadi Kenyataan

Assalamu'alaikum^^

Hai, teman-teman blogger! Semoga kalian dalam keadaan sehat dan semangat. Jujur ya, aku tuh nggak nyangka, ternyata masih ada lho yang mampir ke blogku yang jarang update ini. Nggak sebanyak dulu sih. Tapi lumayan lah views-nya masih ribuan per bulan.

Tadi aku ngebaca ulang postinganku waktu zaman kuliah. Ternyata aku lumayan absurd ya (sorry baru sadar). Bisa-bisanya dulu aku nyeritain tentang semut yang berbaris di dinding, bahkan tentang kucing kampung yang lagi bunting?!?! Kayaknya dulu aku nggak punya beban sama sekali, makanya aku punya banyak waktu luang untuk membahas hal se-random itu. 

Yup, adulting mengubah banyak hal, mulai dari cara pandang sampai cara menghabiskan waktu luang. Sometimes, I miss those simpler times when I could just sit around, write about random things, kayak barisan semut di dinding.

Sekarang aku sibuk melakukan banyak adegan dewasa. Contohnya: bekerja, membayar pajak, menabung, dan membahagiakan orang tua. And you know what, adegan dewasa yang baru-baru ini kulakukan adalah… membeli rumah. Can you believe that? Aku, yang dulu menulis soal kucing kampung, sekarang sudah bisa membeli rumah sendiri. Nggak nyangka ternyata aku sudah tua dewasa.

Wednesday, October 16, 2024

My Umrah Journey (Part 2)

Assalamu’alaikum^^

Postingan ini adalah kelanjutan dari postingan sebelumnya.

Rabu, 31 Juli 2024

Alhamdulillah, setelah menempuh perjalanan selama 6 jam dengan bus, kami sampai di Madinah pada tanggal 30 Juli, sekitar pukul 21.00. 

Setelah beristirahat beberapa jam, kami ke Masjid Nabawi pada pukul 03.00 dini hari untuk sholat tahajud berjamaah. Jarak dari hotel ke Masjid Nabawi sangat dekat. Di perjalanan, kami melewati pertokoan yang menjual abaya, jubah, sorban, dan oleh-oleh. Hampir semua pedagang di sini lancar berbahasa Indonesia. Saat jemaah asal Indonesia lewat, mereka akan beraksi menawarkan dagangannya. Namun menjelang adzan berkumandang, toko-toko ini akan tutup.

Sesampainya di Masjid Nabawi, aku merasa terharu. Masjid yang fotonya kujadikan wallpaper hp selama setahun (fotonya kuminta di sepupuku yang lebih dulu umrah), kini ada di depan mataku. MasyaAllah.

Berbeda dengan di Makkah, hawa di sini lumayan sejuk. Suasananya pun benar-benar tenang. Kalau di Masjidil Haram, kita harus berjalan cepat dan sering berdesak-desakan, terutama jika ingin sholat di dekat Ka'bah. Nah, kalau di Masjid Nabawi, kita bisa berjalan santai tanpa berdesakan.

Friday, September 13, 2024

My Umrah Journey (Part 1)

Assalamu’alaikum^^

Aku percaya bahwa Allah adalah sebaik-baiknya perencana dan akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. Ketika kita menginginkan sesuatu, kuyakin Allah akan mengabulkannya, entah sekarang atau mungkin di masa depan.

Sejak kecil, aku selalu bermimpi untuk bisa umrah dan haji di usia muda. Alhamdulillah, Allah memberiku rezeki untuk bisa umrah di tahun ini. Bahkan aku nggak berangkat sendiri, melainkan bersama kedua orang tuaku.

Aku mendaftar umrah pada tanggal 25 April dan dijadwalkan berangkat pada tanggal 24 Juli. Aku menunggu waktu keberangkatan sambil mempersiapkan diri, yaitu dengan mempelajari materi tentang umrah, menghafal surah dan doa-doa, jogging tiap pagi supaya kuat saat tawaf dan sa'i, makan makanan sehat setiap hari, dan tentunya membeli beberapa pakaian syar'i. 

Waktu yang ditunggu akhirnya tiba. Campur aduk rasanya. Aku merasa excited, happy, sedih, bersyukur, dan... takut. I don't know how to explain it. Beberapa temanku yang sudah pernah umrah juga mengaku merasakan hal yang sama.

Thursday, June 13, 2024

Melancong ke Malacca City yang Indah dan Bersejarah

Assalamu'alaikum^^

Halo, rakyat Pak Jokowi! Semoga kita semua masih bisa happy di tengah isu politik dinasti, hihi.

Anyway, dari semua social media yang kupunya, aku paling suka TikTok. Banyak yang ngejelekin platform ini karena katanya isinya konten joget doang. Padahal kalau paham cara pakainya, TikTok tuh useful banget. Tiap pengen jalan-jalan, aku selalu mencari informasi di TikTok, terutama tentang destinasi wisata yang worth it untuk dikunjungi. Salah satu destinasi di Malaysia yang direkomendasikan oleh para TikTokers adalah Malacca City alias Kota Melaka, sebuah kota indah dan bersejarah, yang jaraknya sekitar 2,5 jam dari Kuala Lumpur.

Rasanya rugi kalau aku ke sana hanya untuk fotoan dan kulineran. Jadi, aku memutuskan untuk menggunakan jasa tour agar aku benar-benar memahami sejarah kota tersebut. Biaya bus, guide, dan lunch di Melaka adalah RM 200 (sekitar 680K rupiah) per orang.

Pukul 07.40, bus sudah datang menjemputku. Di dalam bus, ada 24 tourists (termasuk aku), 1 orang driver, dan 1 orang guide. Guide-nya merupakan orang India yang sudah lama tinggal di Malaysia. Beliau bisa berbahasa Melayu, India, dan Inggris dengan sangat fasih. Namun tentu saja selama perjalanan ini dia menggunakan bahasa Inggris karena para tourists berasal dari negara yang berbeda.

Friday, May 10, 2024

Main ke Batu Caves dan Genting Highlands

Assalamu'alaikum^^

Well, rasanya belum sah ke Malaysia kalau belum ke Batu Caves dan Genting Highlands. Mumpung hari ini cerah seperti suasana hatiku, aku bakal main ke dua tempat wisata ini. Sebelum berangkat, aku sarapan nasi lemak dan laksa. Ternyata laksa enak banget ya. Kalau nasi lemak rasanya biasa aja. Padahal yang dijual Uncle Muthu keliatan enak deh.

Jarak dari Kuala Lumpur ke Batu Caves sekitar 15 km. Aku menggunakan bus dan menempuh perjalanan selama 20 menit. Untung aja aku ke sininya pagi, jadi nggak terlalu panas. Walau masih pagi, pengunjungnya lumayan banyak. 

Batu Caves adalah bukit batu kapur yang di dalamnya ada kuil dan merupakan tempat ibadah bagi umat Hindu. Tapi tenang aja, tempat ini terbuka buat umum kok. Aku ngeliat banyak banget wisatawan asing di sini. Banyak juga orang India asli yang pakai sari.

Finally aku bisa ngeliat langsung patung Dewa Murugan tertinggi di dunia. Tingginya 42,7 meter berwarna emas. Agak PR sih foto di depan patung ini karena banyak orang berlalu-lalang dan banyak burung berterbangan. 

Saturday, March 23, 2024

Mencari Ketenangan ke Negeri Jiran

Assalamu'alaikum^^

Long story short, 2023 was a tough year for me. Di awal 2024, aku kepikiran untuk moving forward dengan pindah negara. Starting a new life in a new country, ceritanya. Akhirnya setelah berpikir cukup lama (yaitu satu hari), aku memutuskan untuk ke Malaysia di bulan Februari. Aku memilih Malaysia karena letaknya nggak terlalu jauh dari Indonesia (cuma 3 jam naik pesawat dari Lombok). Walaupun sering terbang, sebenarnya aku tuh selalu anxious tiap naik pesawat apalagi kalau durasi terbangnya lumayan lama. Beberapa bulan lagi pun aku bakal naik pesawat lebih dari 14 jam (but I'm excited for that!).

Nah, selain deket, aku memilih Malaysia karena living cost-nya nggak beda jauh dengan di Indonesia. Maybe one day kalau taraf hidupku meningkat, aku tuh pengen banget kerja dan menetap di Jepang atau Switzerland. Aamiin paling serius!

Setelah menyiapkan berkas dan barang-barang yang mesti dibawa (banyak banget ternyata, rasanya pengen bawa rumah dan seluruh isinya), tanggal 14 Februari malem aku berangkat ke hotel di deket bandara. Flight-nya tanggal 15 dan aku ngambil penerbangan paling pagi. Aku tuh kapok karena waktu ke Jogja tahun lalu, aku hampir ditinggal pesawat pas ambil penerbangan paling pagi gara-gara kelamaan di jalan. Jadi yaudah deh, kali ini aku nginep di hotel deket bandara aja.

Friday, December 29, 2023

Short Escape to Jogja (Part 2)

Assalamu'alaikum^^

Yeayyy, ternyata aku nggak mager nulis lanjutan dari postingan sebelumnya. Okay, langsung aja ya~

DAY 3

Pagi-pagi, aku dan Susanti sudah rapi. Rencananya kami bakal nyari sarapan dan oleh-oleh di Pasar Beringharjo. Setelah parkir motor, kami keliling mencari tempat makan yang ramai. Kalau tempatnya ramai, kemungkinan sih makanannya enak.

Pilihan kami jatuh ke nasi pecel yang jualan pakai gerobak di pinggir jalan. Pengunjungnya ramai banget. Ada yang duduk di kursi dan ada yang lesehan pakai tikar di trotoar. Sebenarnya aku kurang suka sama pecel Jawa karena rasanya beda jauh dengan pecel Lombok. Tapi nggak tahu kenapa, aku tetep pengen nyoba. Ternyata bener, aku kurang cocok sama rasa sayuran dan bumbunya. Tapi tetep aku makan sampai habis kok. Hehe.

Thursday, December 14, 2023

Short Escape to Jogja (Part 1)

Assalamu'alaikum^^

Dalam rangka menghabiskan jatah cuti yang tersisa 4 hari, aku memutuskan untuk liburan ke Jogja pada tanggal 19 sampai 22 Oktober. Tentu aku nggak sendiri, tapi bareng sahabat terdekatku yang tinggal sebiji, yaitu Susanti.

Sejak sebulan sebelumnya, aku sudah menyusun itinerary dan bertekad mengunjungi banyak tempat wisata serta makan enak selama di sana. 

DAY 1

Aku mengambil penerbangan pagi dan sampai di hotel dekat Malioboro sekitar pukul 08.00 WIB. Biasanya orang-orang kalau ke Jogja bakal nyari gudeg. Berhubung aku nggak suka gudeg, jadi aku bakal nyari makanan famous lainnya. Kutanya ke receptionist, katanya nggak jauh dari hotel ada soto legend namanya Soto Ayam Pak Dalbe. Akhirnya aku ke sana menggunakan motor yang sudah kusewa di jogjig.com dengan harga 70K/hari. Warungnya kecil, tapi ramai. Aku makan di trotoar di depan warung bareng beberapa customers lainnya. Trotoarnya luas, bersih, dan ada kursinya.

Wednesday, February 15, 2023

Tempat yang Sama

Langit tampak gelap. Sepertinya akan turun hujan yang deras. Akhir-akhir ini cuaca sedang tidak menentu. Terkadang cerah seharian. Terkadang hujan tak berkesudahan. 

Aku masih di sini, di tempat yang sama setiap Rabu. Menantimu yang bahkan tidak tahu tujuan kedatanganku. Tak apa. Aku hanya ingin melihatmu sebentar saja. Untuk sekadar tahu, apakah kamu sedang baik-baik saja atau sedang penat dengan dunia.

Kamu pun datang. Senyummu menghilang. Nampaknya ada sesuatu yang membuatmu gamang. Rasanya ingin kuberikan bahuku untukmu bersandar, atau sekadar memberimu kalimat penyemangat agar kamu kembali riang. 

Kamu berlalu tanpa tahu ada aku yang sedang memerhatikanmu. Andai aku punya nyali, akan kutarik tanganmu untuk berbincang sebentar denganku.