Thursday, January 8, 2026

Thank You, 2025!

Assalamu'alaikum^^

Nggak kerasa, kita sudah sampai di awal tahun 2026. Rasanya baru aja bikin resolusi untuk 2025, eh sekarang mesti bikin resolusi lagi. Walau sebenarnya resolusi 2025 banyak juga yang belum tercapai. Tapi nggak apa-apa, nanti kita usahakan lagi di 2026.

Saat aku bilang "nggak kerasa", I really mean it. Sejak menjabat sebagai CFO di kantor, aku merasa waktu lebih cepat berlalu. Salah satu alasannya karena aku bertugas menyusun proyeksi dan target tahunan. Contohnya, target untuk tahun 2025 sudah kususun sejak 2024. Jadi ketika masuk ke tahun 2025, otakku merasa seolah sudah “mengalaminya” lebih dulu. Setelah aku cari tahu, ternyata orang-orang yang sering membuat perencanaan strategis dan hidup dengan rutinitas yang sangat terstruktur cenderung merasakan hal ini.

Alasan lainnya, mungkin karena kondisi mentalku lebih stabil dan aku lebih bahagia. Time flies when we're having fun, right?

By the way, ada dua hal besar yang terjadi di tahun 2025, yaitu:

1. Tiba-Tiba Jadi Content Creator

Seperti yang sudah kuceritakan di postingan sebelumnya, sejak Januari 2025, aku bikin konten journaling dan scrapbooking di TikTok. Tahun lalu followers-ku cuma 32, sekarang followers-ku sudah hampir 7K dengan total likes hampir 250K. Nyangka, nggak? Aku sih nyangka soalnya aku memang ambisius dan keren.

Becanda.

Jujur, sebenarnya nggak nyangka. Malah aku cuma nargetin punya 1K followers di 2025. Tapi takdir berkata lain. Ternyata peminat konten dengan niche ini tuh buanyakkk banget. Nggak cuma di Indonesia, tapi juga di dunia. Bahkan di tiap kota dan tiap negara tuh ada club-nya. 

Siapa sangka perempuan gorjes yang tinggal di pulau kecil ini bisa temenan sama orang-orang keren dari berbagai kota dan negara? Terharuuu bangettt. 

Nggak cuma itu, aku juga mulai dilirik beberapa brand. Bahkan brand gede kayak Fujifilm juga ngelirik aku ðŸ¥¹ Dari yang awalnya cuma punya satu notebook dan beberapa perintilan journaling, sekarang aku sampai punya lemari khusus untuk naruh PR package dan produk endorsement. Aku sudah lama nggak beli perintilan journaling karena tiap bulan pasti ada brand yang ngirimin.

Aku juga sudah naruh keterangan "DM for inquiries" di bio TikTok-ku. Berasa kayak seleb deh, xixixi.

And the best part, aku jadi punya side income dari bayaran endorsement, TikTok Affiliate, dan Shopee Affiliate. Sekarang aku paham kenapa orang-orang pada ngonten. Ternyata kalau kita kreatif dan konsisten, hasilnya lumayan juga.

But overall, ini bukan tentang uang aja sih (walaupun dapat uang memang best part-nya). Proses ini bikin aku bangga sama diriku sendiri, karena akhirnya ada satu hobi yang benar-benar bikin aku happy dan aku jalani sepenuh hati.

Di 2026, aku pengen konsisten ngonten dan bikin journaling club di Lombok. Semoga kesampean, ya.

Contoh journal/scrapbook yang aku bikin

2. Punya Rumah Sendiri

Bulan Oktober 2024, aku beli rumah. Lalu di bulan Februari 2025, rumah ini resmi jadi milikku. Tabunganku lumayan terkuras untuk bayar pelunasannya. Sebenarnya aku pengen nabung dulu, lalu mulai merenovasi rumah ini di 2026. Tapi sayang juga ya kalau rumahnya nggak ditempati. Takutnya malah banyak bagian yang mesti diperbaiki kalau lama nggak ditinggali.

Akhirnya aku mulai merenovasinya di bulan Juli 2025. Karena aku sibuk mencari nafkah dan nggak paham dengan urusan renovasi duniawi ini, aku memutuskan untuk pakai jasa arsitek. Plusnya, mulai dari RAB, desain rumah, pembelian bahan, sampai konsumsi tukang, semuanya diurus sama pihak mereka. Minusnya, biayanya mahal. Tapi worth it sih.

Benar juga kata orang-orang, kalau bangun rumah tuh pasti ada aja dramanya. Entah tiba-tiba ada biaya yang berubah, atau hasil kerja tukang nggak sesuai dengan brief. Benar-benar harus siap mental dan finansial agar tetap waras. Alhamdulillah, semua drama itu bisa terlewati dan renovasinya kelar setelah hampir dua bulan.

Setelah renovasi selesai, ternyata masih harus beli perabot. Kalau dulu aku ke mall buat beli skincare atau makeup, sekarang ke mall buat lihat-lihat perabot di Informa. Dan ternyata… perabotan mahal juga, ya. Orang-orang yang rumahnya bagus tuh dapet uang dari mana sih? 😭

Karena aku adalah perintis dan bukan pewaris, ditambah aku nggak mau minjem uang ke bank, jadi proses beli perabot ini memang harus bertahap. Kalau kata Tantri Kotak sih, "Pelan-pelan saja." Makanya aku bersyukur banget punya side income dari social media, karena aku butuh banyak dana buat mewujudkan rumah impianku.

Terlepas dari segala huru-haranya, aku sangat bersyukur bisa punya rumah sendiri di usia yang masih (((belia))) ini. Aku juga benar-benar menikmati prosesnya. Sejak punya rumah, aku merasa jadi lebih wise dan nggak impulsif lagi dalam ngeluarin uang. Setiap pengen beli sesuatu yang nggak terlalu penting, aku selalu mikir, “Mending uangnya buat kebutuhan rumah.” Ada untungnya juga jadi kaum mendang-mending.

*****

Yap, itulah dua hal besar yang terjadi di 2025.

Aku benar-benar bersyukur karena Allah sangat baik dan selalu mempermudah perjalananku. Banyak banget doaku yang dulu rasanya mustahil, tapi ternyata perlahan Allah kabulin. 

Aku juga mau berterima kasih ke diriku sendiri yang selalu berusaha keras dan nggak pernah menyerah. Pokoknya aku mantep dan keren.

Harapanku, semoga makin banyak hal baik yang terjadi di 2026. Aamiin.