Tuesday, September 27, 2022

Anxiety Disorder Survivor (Part 2)

Assalamu'alaikum^^

Wohooo, I'm so proud of myself!

Hari Minggu, tanggal 25 September, untuk pertama kalinya aku ke mall lagi setelah hampir tiga bulan aku cuma di rumah, ke kantor, dan ke Rumah Sakit. Aku ke mall mau nyari sepatu, makan, dan nonton. Awalnya orang tuaku ragu, tapi aku meyakinkan mereka bahwa aku bakal baik-baik aja dan aku janji bakal pulang sebelum malam. Ya, umurku udah hampir kepala tiga, tapi aku masih diperlakukan kek anak TK. 

Tentunya aku nggak sendiri. Aku dijemput sahabatku yang cuma sebiji, namanya Susanti. Sesuai rencana, pukul 11 kami ke Epicentrum Mall dulu untuk beli sepatu dan makan. Di jalan aku ngerasa baik-baik aja. Tapi ketika masuk parkiran mall, aku mulai ngerasa sedikit anxious

Susan nyuruh aku gandeng tangannya supaya aku nggak hilang karena kepalaku agak pusing ngeliat keramaian. Aku yang biasanya picky kalau beli sepatu, akhirnya cuma milih bentar dan langsung bayar. Bulan Desember nanti ada acara yang saaangattt penting buatku, jadi aku beli high heels brokat yang tingginya lebih dari 5 cm, biar aku keliatan tinggi kek Anya Geraldine.

Friday, September 16, 2022

Anxiety Disorder Survivor

Assalamu'alaikum^^

Life is unpredictable. We never know what's coming next.

Aku yakin, teman-teman sekolahku pasti mengingatku sebagai anak yang berprestasi, ceria, dan bisa apa aja. Bahkan aku pernah dapat julukan "Google Berjalan" karena aku selalu bisa menjawab pertanyaan apa pun, entah berkaitan dengan akademik atau nggak.

Aku jago di semua mata pelajaran, sering ikut lomba, dan hampir selalu menang. Aku nggak pernah mengalami masalah akademik semasa sekolah. Hidupku dipenuhi dengan pujian dan ekspektasi tinggi dari orang-orang. 

Aku gengsi kalau nggak bisa. Aku malu kalau nggak tahu. Instead of nanya orang yang bisa dan tahu, lebih baik aku nyari tahu apa pun sendirian. Pantang bagiku untuk meminta bantuan orang lain. 

Kupikir aku hanya perfeksionis dan ambisius aja. Nyatanya, hal yang keliatannya sepele ini berdampak besar saat aku masuk ke dunia kerja. Aku nggak suka keliatan nggak baik-baik aja, sehingga banyak masalah yang akhirnya kupendam sendirian. Aku nggak suka keliatan nggak bisa, sehingga semua orang yang minta tolong, selalu kubantu.

Sunday, September 11, 2022

Rehat Sejenak

Mereka bertanya-tanya, kenapa aku menghilang? Padahal aku sedang mencari ketenangan. Mereka heran, kenapa aku tidak datang ke pesta padahal aku diundang? Karena aku sedang muak dengan kebisingan. 

Lagi pula di kepalaku sudah ada pesta. Riuh suaranya. Ada suara yang menyuruhku jangan berputus asa. Ada pula suara yang menyuruhku menyerah saja. Suara mana yang harus kupercaya?

Aku sedang tidak baik-baik saja. Tapi, bukankah hidup memang begitu? Ada kalanya kita senang. Ada kalanya kita ingin menghilang. Bukan mati. Hanya menghilang. Sebentar.

Untuk kali ini, aku ingin sendiri. Jangan dicari. Jangan dikasihani. Aku sedang mencoba berdamai dengan segala hal yang telah terjadi.

Menyendiri adalah caraku melindungi diri, karena tiap kali aku membuka hati, ada saja yang menyakitinya dengan keji. Namun aku bisa apa? Balas dendam pun aku tak kuasa.

Maka, biarkan aku rehat. Akan kututup pintuku dengan rapat. Semoga ketenangan berkenan memelukku erat.

Saturday, September 10, 2022

Que Sera, Sera

Assalamu'alaikum^^

Mau cerita.

Kemarin aku dikatain aneh sama temen kantorku gara-gara aku bilang kalau lagu "Que Sera, Sera" is one of the saddest songs ever. Temenku kaget. Dia bilang lagu "Que Sera, Sera" adalah lagu motivasi supaya kita nggak terlalu overthinking mikirin masa depan.

True. Masa depan memang nggak ada yang tahu. Tapi aku kasihan sama tokoh "aku" dalam lagu ini.

Kayaknya kebanyakan orang Indonesia tahu lagu ini dari iklan semen deh. Qué será, será, selama ada Holcim, jadi apa pun juga, pasti sempurna~

Nah, sejak beberapa bulan yang lalu, lagu yang dipublikasikan tahun 1956 ini viral lagi di TikTok. Lalu aku cermati liriknya baik-baik. Lah, kok sedih?!?!?!

Que Sera, Sera artinya Whatever Will Be, Will Be. Kalau dalam bahasa Indonesia, artinya "apa yang terjadi, terjadilah". Kalimat yang terdengar nggak asing, soalnya ada di lirik lagu Peterpan - Kupu-Kupu Malam juga.

Sunday, September 4, 2022

Nala

Namanya Nala
Perempuan sederhana yang tulus hatinya

Saat prianya minta satu
Nala beri ia seribu
Bahkan saat prianya tak minta apa-apa
Nala beri ia segalanya

Namun hati si pria jatuh
Pada perempuan lain yang tak butuh
Perempuan yang diam saja
Tak ada rasa
Tak ada usaha apa-apa

Nala patah hati
Rasanya mati
Tak percaya cinta lagi


(Terinspirasi dari lagu Tulus - Nala)