Monday, April 25, 2022

Mati Rasa

Saat ia minta satu
Kuberi ia seribu

Bahkan saat ia tak minta apa-apa
Kuberi ia segalanya

Namun hatinya jatuh
Pada perempuan lain yang tak butuh
Perempuan yang diam saja
Tak ada rasa
Tak ada usaha apa-apa

Aku patah hati
Rasaku mati
Tak percaya cinta lagi

Thursday, April 21, 2022

Hati-Hati di Jalan

Sudah setengah jam aku duduk di food court ini. Tangan kananku masih terus mengaduk matcha latte yang telah kupesan. Rasanya kurang sesuai dengan ekspektasiku. Terlalu manis. Aku suka matcha yang agak pahit. Biar sama dengan hidupku.

Mall ini sepi. Hanya ada beberapa pengunjung saja. Makanya aku suka. Menurutku, tempat yang ramai itu mengerikan. Membuat kepalaku sakit dan perutku mual. Tempat sepi sangat menyenangkan. Aku bisa fokus bercengkerama dengan pikiranku, atau fokus berbincang jika ada temanku.

Seorang pria berkemeja hitam menghampiriku. Diletakkannya ponsel dan tasnya di atas meja. Kemudian dia duduk di sampingku. Tangan kanannya menyentuh kepalaku. Diusapnya beberapa kali. Tampak kekhawatiran pada raut wajahnya.

"Are you okay?" tanyanya.

"As you can see," jawabku.

"Kamu nggak nangis, kan?" 

"Nggak sama sekali. Justru aku bingung, kenapa aku nggak nangis, ya? Aku sedih dan kecewa. Tapi hatiku rasanya... hampa."

Tuesday, April 19, 2022

Things I'm Grateful For

1. Aku bersyukur karena tahun ini aku sehat dan bisa berpuasa.

2. Aku bersyukur karena orang tuaku sehat dan diberi umur panjang. 

3. Aku bersyukur karena pekerjaanku lancar dan teman kantorku baik semua. Aku dikenal sebagai staf yang smart and friendly. Banyak customers yang menyukaiku. 

4. Aku bersyukur karena Allah selalu melancarkan rezekiku. Sejak 2018, aku sudah bisa menabung dan membeli emas tiap bulan. Aku juga punya tabungan khusus yang akan kugunakan untuk membeli rumah.

5. Aku bersyukur karena kantor baruku nggak menerapkan hustle culture. Aku nggak pernah merasakan overwork dan jarang burnout.

Thursday, January 6, 2022

Hello, I'm Back!

Assalamu'alaikum^^

Wowww, it's been a long time. Terakhir nulis tahun 2018. Ya ampun, hampir 4 tahun aku meninggalkan blog ini. Maafin aku, ya. Kalau nanti aku janji nggak akan pergi lama-lama, mending kamu nggak usah percaya. Dasar aku buaya.

By the way, aku lupa deh gimana caranya nulis pembukaan di blog. Saking lamanya nggak nulis kali, ya. Untuk bikin 2 paragraf aja, aku butuh waktu sekitar 15 menitan. Bahkan sempat kuselingi dengan makan, biar dapat pencerahan.

If you're wondering, tahun ini usiaku 28, sedang sibuk bekerja, dan tentu saja belum menikah. Dulu kupikir, aku akan menikah di usia 25. Nyatanya, di usia itu aku malah mengalami patah hati yang luar biasa. Lalu aku pun berusaha menyibukkan diri dengan bekerja, biar nggak terlalu berasa sakitnya. Life must go on, right

Wednesday, December 19, 2018

Kenapa?


Ia datang tanpa berjanji untuk bertahan.

Ia hanya singgah. Tak pernah menganggapmu rumah.

Lalu, kenapa kamu mencari saat ia pergi?

Kenapa merasa kehilangan padahal tidak pernah memiliki?