Wednesday, December 19, 2018

Kenapa?


Ia datang tanpa berjanji untuk bertahan.

Ia hanya singgah. Tak pernah menganggapmu rumah.

Lalu, kenapa kamu mencari saat ia pergi?

Kenapa merasa kehilangan padahal tidak pernah memiliki?

Saturday, September 16, 2017

Ketenangan Jiwa

Ada banyak cara untuk mendapatkan ketenangan jiwa. Caraku, adalah dengan menjauh dari orang-orang yang hanya datang ketika ada perlunya, yang sirik melihat orang lain bahagia, dan sering mengganggu tanpa kenal waktu.

Dulu, rasanya semangat mencari teman baru, sampai rela ikut komunitas ini-itu. Sekarang, temanku hanya satu orang. Tak apa. Walau satu, tapi aku bahagia.

Saturday, June 10, 2017

Life Update

Assalamu'alaikum^^


Omaigattt, I can't believe it's been 4 months since the last time I talked to my blog. Bukan karena nggak peduli atau nggak inget lagi, tapi kesibukan yang bikin saya begini. Ok, I'm lying. Actually I wasn't that busy, I was simply lazy. Hahaha.

So, this post is gonna be superrr random because I wanna make a little life update biar kek blogger-blogger yang udah lama ninggalin blognya gituuu. Ok, langsung aja yes~

1. KERJAAN
I'm still here, di kantor yang saya ceritain di post sebelumnya. Nggak nyangka bisa bertahan lumayan lama. Padahal dari awal kerja di sana udah pengen resign aja rasanya. Tapi lama-lama malah terbiasa dengan segala kondisi yang ada. But tetep sih pengen resign dan nyari kerjaan yang sesuai jurusan dan gajinya banyakan. Next year maybe? Let's see.

Sunday, December 18, 2016

Rindu Memang Kurang Ajar

Rindu tetap datang, padahal sudah kamu bayar dengan menemaniku makan pizza seloyang. 

Rindu tetap datang, padahal sudah kamu bayar dengan 2 bungkus Bin Bin Rice Crackers yang ujung-ujungnya kamu habiskan sendirian.

Rindu tetap datang, padahal sudah kamu bayar dengan menemaniku nyasar dan panas-panasan di jalan.

Rindu tetap datang, padahal sudah kamu bayar dengan foto bersamaku hingga jumlahnya ratusan.

Rindu tetap datang, padahal sudah kamu bayar dengan menjadi pendengar kecerewetanku seharian.

Rindu tetap datang, padahal sudah kamu bayar dengan menemaniku ke pantai yang ombaknya tenang.

Rindu tetap saja datang, padahal tak pernah kuundang.

Ah, rindu memang kurang ajar.