Sunday, March 27, 2016

Entah Ini Apa



Ketika kita mengagumi seseorang, kemudian kita mengenalnya lebih dalam, bisa jadi kekaguman itu akan hilang dan berubah menjadi kebencian.

Sebaliknya, ketika kita membenci seseorang, kemudian kita mengenalnya lebih dalam, bisa jadi kebencian itu akan hilang dan berubah menjadi rasa sayang.

Mencintai dan membenci jangan berlebihan, karena Tuhan dapat membolak-balikkan perasaan.

Sunday, February 28, 2016

Nggak Suka Kopi

Assalamu'alaikum^^

Yeayyy, akhir pekan!
Setelah sekian hari sibuk sama kerjaan, akhirnya sekarang bisa males-malesan seharian.

Di postingan ini saya bakal membahas kopi.

Waktu kecil *cieee ternyata pernah kecil*, saya mikir kalo kopi itu minuman buat orang tua doang. Tapi sekarang, anak-anak sekolahan pun udah pada ngopi. Entah karena doyan, atau cuma buat gaya-gayaan biar kekinian.

Hampir semua tempat nongkrong nyediain kopi yang bentuknya lucu-lucu. Nggak kaya dulu, kopi bentuknya gitu-gitu doang, hitam dan pahit kayak kenangan kelam di masa silam :( Kopi zaman sekarang jenisnya beragam, bentuknya juga bagus buat difoto dan diupload ke instagram.

Saya sih nggak suka kopi. Rasanya pahit, walaupun nggak sepahit ditinggalin orang yang kita sayang tanpa alasan dan kejelasan. Saya lebih suka yang manis-manis, kayak jus buah, es krim, dan senyum kamu. Ihikkk.

Temen-temen saya rata-rata suka kopi, padahal kopi belum tentu suka mereka *oke, abaikan*. Tiap nongkrong sama mereka, mereka pasti mesen kopi. Hingga suatu hari, saya sok-sokan ikutan mesen kopi. Udah nambahin gula cair sebanyak-banyaknya, tetep aja rasanya pahit. Sedangkan temen saya minum kopi tanpa ditambahin gula sama sekali. Mereka bener-bener da real MVP.

Sunday, February 14, 2016

Trip to Gili Nanggu

Assalamu'alaikum^^

Ketika akhir pekan.
Ekspektasi : Jalan-jalan.
Realita : Tidur-tiduran.

Ya, itu lah yang terjadi setahun belakangan. Tiap weekend dihabisin buat tidur-tiduran seharian. Pengen banget jalan-jalan. Tapi selalu nggak kesampean. Bukan karena nggak ada uang atau nggak ada tujuan, tapi karena nggak ada pasangan teman.

Sekarang temen-temen banyak yang sibuk kerja dan ngurusin S2. Saya pun sibuk nonton Drama Korea. Boro-boro jalan-jalan, masih bisa chatting sama mereka aja syukur banget rasanya. Haha.

Karena ceritanya tadi pagi lagi kangen jaman jalan-jalan, saya pun ngeliat foto-foto di laptop yang 90% isinya foto jalan-jalan. Dan tiba-tiba saya ngeliat sebuah folder yang judulnya GILI NANGGU 15 MEI 2014. O em ji, ternyata trip ke Gili Nanggu (hampir) dua tahun yang lalu belum saya post ke blog, ck ck ck.

Yah, gapapa lah dipost di sini sekarang walaupun udah kelamaan. Daripada nggak ngepost sama sekali *pembelaan*

Jadi, begini ceritanya...

Saturday, December 5, 2015

Who Are You To Judge?

Assalamu'alaikum^^

Yeayyy, akhirnya bisa ngeblog lagi.

Ternyata udah lama ya saya nggak ngeblog, dari zaman Elif masih season 1 sampai sekarang Elif udah season 2. Di season 2, Kenan belum tau kalau Elif itu anak kandungnya. Tapi seenggaknya saya bahagia karena akhirnya Arzu masuk penjara.

Nah, di postingan kali ini, saya nggak akan membahas tentang Drama Turki Elif, karena nantinya postingan ini bakal jadi panjang, mengalahkan panjangnya perjuangan melupakan kenangan pahit di masa silam. Saya pengen membahas tentang 'judge'. Udah nggak asing lagi dong dengan kata judge. Berdasarkan terjemahan di google, judge itu artinya menilai, menduga, atau menghakimi. Sekarang kita hidup pada zaman dimana orang-orang seneng banget nge-judge apa pun yang dilihatnya. Nggak jarang ada yang nge-judge terang-terangan sampai akhirnya menyakiti perasaan orang.

Sadar nggak, nge-judge terang-terangan itu adalah perbuatan yang sangat nggak menyenangkan. Terkadang orang-orang terlalu sibuk nge-judge orang lain yang bahkan nggak dikenalnya dengan baik. Hellooo, siapa lo?

Orang kurus dibilang kurang gizi, orang gendut dibilang nggak bisa kontrol diri.

Nggak dandan dibilang jelek, udah dandan malah dibilang fake.

Jomblo dibilang merana, udah taken tetep dikira nggak bahagia.

Nikah muda dibilang MBA, nggak nikah-nikah dibilang perawan tua.

Selfie dalem mobil dibilang pamer kekayaan, selfie dalem angkot dibilang pencitraan.