Thursday, July 31, 2025

A Day in Kuta Mandalika

Assalamu'alaikum^^

Wow, saking gedebag-gedebugnya kehidupanku belakangan ini, aku sampai nggak sempat bikin postingan di bulan Juni. Tapi nggak apa-apa, sekarang aku kembali membawa cerita seru di bulan Juli ðŸ¥³

Beberapa waktu yang lalu, saat sedang makan sate taichan bareng sahabatku, Susanti, aku kepikiran ide yang agak absurd.

"San, gimana kalau kita pura-pura jadi turis di Kuta Mandalika?" tanyaku penuh semangat.

"Hah? Kita kan emang turis. Turis lokal."

"Iya sih… Tapi maksudku kayak turis asing gitu, yang jalan kaki keliling pantai, makan di restoran, terus cari gelato."

Susanti menatapku sinis. Bersahabat denganku selama 14 tahun membuatnya kebal dengan ide-ide aneh yang aku lontarkan.

Tapi serius deh, aku pengen lebih banyak jalan kaki saat lagi liburan di pulau sendiri, karena biasanya aku melakukan hal ini tiap liburan di luar pulau.

Walau sempat sinis, Susanti tetap menemaniku mewujudkan mimpi absurd ini. Kami pun berangkat ke Kuta Mandalika pada tanggal 6 Juli, pukul 07.00 pagi. Alhamdulillah, cuacanya cerah. Setelah satu jam perjalanan, kami tiba di pemberhentian pertama, yaitu Kawan Kopitiam, sebuah restoran yang menyajikan kuliner khas Malaysia.

Wednesday, May 14, 2025

Berkunjung ke Desa Sade

Assalamu'alaikum^^

Kemarin, pas lagi scrolling di TikTok, muncul video seorang seleb yang lagi liburan di Lombok bareng gengnya. Salah satu destinasi yang mereka kunjungi adalah Desa Sade. Aku langung teringat kalau aku juga pernah ke sana tahun lalu!

Desa Sade adalah destinasi wisata budaya yang terkenal di Lombok dan jarang dilewatkan oleh wisatawan. Lokasinya di Kabupaten Lombok Tengah dan berjarak sekitar 43 km dari Kota Mataram. Lumayan jauh sih dari rumahku. Wajar kan kalau aku ke sana cuma sekali? (Berusaha mencari pembenaran). 

Sejujurnya, pengetahuanku tentang adat dan budaya Lombok tuh minim banget. Padahal aku tinggal di Lombok sejak lahir. Sebelumnya pun aku nggak pernah tertarik untuk ke Desa Sade (huhu, maapin). Tapi ternyata hidayah itu datang, teman-teman. Akhirnya hatiku terketuk untuk berkunjung ke sana. Itu pun karena diajakin sih, hehe.

Sesampainya di sana, seorang bapak-bapak yang memakai kemeja lengan pendek, sarung tenun, dan sapuk (ikat kepala) menghampiriku. Beliau adalah tour guide yang akan menemaniku berkeliling. Aku lupa nama beliau, kita sebut saja namanya "Amaq" (sebutan dalam bahasa Sasak yang berarti "bapak"). Sebelum masuk, aku mengisi buku tamu terlebih dahulu dan dipersilakan untuk berdonasi seikhlasnya yang akan digunakan untuk pelestarian desa.

Sunday, April 20, 2025

Film Jumbo: Karya Anak Bangsa yang Bikin Bangga

Assalamu'alaikum^^

Hi, friends. Semoga belum terlalu basi untuk ngucapin "Selamat Idul Fitri". Mohon maaf lahir dan batin, ya!

Di bulan Ramadan tahun ini, sepertinya warga Indonesia nggak cuma diuji dengan rasa haus dan lapar, tapi diuji juga dengan kejadian-kejadian yang makin mencengangkan. Tiap hari tuh adaaa aja berita baru yang bikin ekspresiku kayak logo Kumon. Mulai dari berita tentang korupsi, pengesahan RUU TNI, IHSG anjlok, efisiensi anggaran, PHK massal, sampai kasus perselingkuhan. 

Untungnya, setelah Ramadan kita dihibur dengan beberapa film yang sedang tayang. Lumayan nih kita bisa rehat sejenak mikirin kondisi negara. Tapi kenapa kita repot-report mikirin negara, ya? Emangnya negara mikirin kita? (Lalu tiba-tiba ada penjual mie ayam di depan rumahku, ninu ninuuu 🚨🚓)

Nah, dari beberapa film yang tayang, aku cuma tertarik nonton film Jumbo. Aku baru sempat menonton film ini pada tanggal 13 April di CGV Transmart. Maklum ya, jadwal manggungku di luar angkasa lumayan padat.

Ternyata penontonnya kebanyakan orang dewasa. Sepertinya target pasarnya memang inner child dari para millenial dan Gen Z, wkwk.

Sunday, March 2, 2025

Pertama Kali Dapat Tawaran Partnership

Assalamu'alaikum^^

Akan selalu ada "pertama kali" dalam hidup. Misalnya, pertama kali naik pesawat, pertama kali makan bubur diaduk, atau mungkin pertama kali dapat makan siang gratis dari pemerintah. Yak, yang terakhir abaikan aja.

Sama halnya dengan yang kualami baru-baru ini, yaitu pertama kali dapet tawaran partnership

Jadi, sejak 2 tahun lalu, aku memutuskan untuk nggak aktif lagi di X dan nggak terlalu aktif di Instagram. Alhamdulillah, jiwaku jauh lebih tenang karena aku nggak terlalu update dengan permasalahan duniawi yang kadang-kadang membagongkan. Sebagai gantinya, aku jadi aktif di TikTok karena di sana lebih mudah mengatur apa saja yang muncul di FYP. 

Dari yang cuma scrolling doang, aku jadi kepikiran, kenapa aku nggak mencoba untuk ngonten di TikTok supaya dapat cuan? Aku punya lighting dan kamera hp yang lumayan bagus, harusnya sih aku bisa ngonten. Mulailah aku berpikir, ngonten apa ya yang sesuai hobi, tapi nggak terlalu ribet, nggak ngabisin banyak waktu, dan tentunya nggak mengeluarkan banyak biaya? 

Bikin konten joget-joget? Nggak cocok sama image-ku yang Wardah banget.
Nge-cover lagu? Takut tetangga terganggu.
Konten makeup? Takut kena 'ain. Nggak deng, dulu aku pernah nyoba jadi beauty vlogger, ternyata ribet.