Monday, May 12, 2014

Jodoh Pasti Bertemu

Andai engkau tahu…
Betapa ku mencinta…
Selalu menjadikanmu…
Isi dalam do’aku…

Aku membiarkan ponselku mengalunkan lagu favoritku; Jodoh Pasti Bertemu. Sejenak aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan. Kurebahkan tubuhku yang lesu di atas tempat tidurku. Kutatap langit-langit kamarku yang berukuran 5 x 4 meter persegi tanpa berkedip sekali pun.

Ingatanku menerawang pada kejadian tiga bulan yang lalu. Aku masih ingat, kala itu kita sedang duduk berdua di sebuah bangku kayu berwarna cokelat. Kita lebih banyak menghabiskan waktu dengan diam. Bersama menikmati hangatnya mentari pagi dan juga terpaan angin yang menyejukkan hati. Sesekali aku menatapmu. Begitu pula kamu. Beberapa kali kamu tertangkap basah sedang menatapku dengan tatapan teduhmu.
               
Dadaku bergetar. Perasaanku tak karuan. Di satu sisi aku merasa senang karena kamu telah menepati janjimu untuk menemaniku selama beberapa hari di sela-sela padatnya kegiatanmu. Namun di sisi lain, aku merasa sangat sedih karena saat itu kita harus berpisah. Mungkin butuh waktu yang cukup lama agar kita bisa berjumpa. Dan hal itu lah yang membuatku sangat terluka.

Kutahu tak mudah…
Menjadi yang kau minta…
Kupasrahkan hatiku…
Takdir kan menjawabnya…
               
Seringkali aku menyalahkan jarak yang menjadi pemisah di antara kita. Kupikir jarak itu jahat. Namun kamu selalu menguatkanku dengan mengatakan bahwa selama kita melihat bulan dan bintang yang sama, kita sangatlah dekat. Kamu pun pernah berkata bahwa kita punya Tuhan yang hebat. Kita tahu cara berdo'a dan jika kita bersungguh-sungguh, Tuhan pasti akan mengabulkannya. Aku bangga padamu. Aku bangga memilikimu yang tak pernah lelah menguatkanku.
               
Namun, apa kamu sadar? Saat ini, sepertinya hal yang sama sekali tak pernah kubayangkan mulai muncul di antara kita. Kejenuhan. Entah kamu, aku, atau mungkin kita berdua yang merasakannya. Seringkali kejenuhan itu nampak dari cara kita merespon satu sama lain. Ya, aku tahu, semua orang yang berpasangan pasti akan memasuki fase jenuh dalam hubungannya.
               
Aku sadar, kita memiliki ego yang terlalu besar. Terkadang kita kekanak-kanakan. Terkadang tak ada yang mau mengalah untuk saling menghubungi duluan. Terkadang kita kehilangan kepercayaan. Bahkan terkadang kita tak sejalan. 

Jika aku bukan jalanmu…
Ku berhenti mengharapkanmu…
Jika aku memang tercipta untukmu…
Ku ’kan memilikimu…
Jodoh pasti bertemu…
               
Aku percaya pada janji Tuhan, bahwa wanita baik hanya untuk pria yang baik. Begitu pula sebaliknya. Saat ini aku sedang berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kuharap kamu pun melakukan hal yang sama. Aku yakin tulang rusuk akan kembali kepada pemiliknya. Dan kalau memang tulang rusukku adalah milikmu, kita pasti akan bersama. Kalau tidak, tentu tak apa. Karena aku juga yakin bahwa Tuhan pasti telah menyiapkan skenario yang lebih indah untuk kita :)

6 comments:

  1. Ini mah bukan fiksi nih.. Ketauan hayooo \:p/

    ReplyDelete
  2. Ini mah bukan fiksi nih.. Ketauan hayooo \:p/

    ReplyDelete
  3. oke...................................................

    ReplyDelete
  4. Memang benar allah SWT yang akan mengatur semua nya, so keep calm :)

    ReplyDelete

Hai, guys. Tinggalin komentar di sini, ya. Yang punya blog lagi jumpa fans di luar angkasa.